Pages

Banner 468 x 60px

 

Minggu, 10 Mei 2015

SA ISMAFARSI Wilayah INDTIM dan Jobdesk

0 komentar
Staf Ahli (SA) Wilayah bertugas membantu kinerja Koordinator Wilayah (Korwil) dalam mengembangkan ISMAFARSI di Wilayah masing-masing, juga turut serta dalam meningkatkan kualitas dan pengetahuan Mahasiswa Farmasi, demi kemajuan Profesi Farmasi. 

Staf Ahli ISMAFARSI WILAYAH INDTIM Periode 2014-2016

SA KESEKRETARIATAN 
Posisi ini dipegang oleh Muhammad Nur Nisba dari UIN Alauddin Makassar yang memiliki peran dan fungsi administratif yang menunjang kegiatan operasional organisasi melalui pengelolaan surat dan arsip lainnya, penanganan agenda, inventaris data, dan lain-lain. 

SA KEUANGAN DAN BISNIS 
Posisi ini dipegang oleh Riska Yuli Nurvianthi dari Universitas Islam Makassar yang memiliki peran dan fungsi dalam kemandirian organisasi dari segi financial/keuangan melalui kegiatan kreatifitas dalam bidang usaha dan bisnis, pengajuan dana ke pemerintah/swasta, dan pemikiran budgeting dalam pengelolaan keuangan. 

SA SOSIAL DAN PENGABDIAN MASYARAKAT 
Posisi ini dipegang oleh Hardiyanti Eka Putri dari UIN Alauddin Makassar yang memiliki peran dan fungsi social kemasyarakatan melalui bantuan bencana alam, penyuluhan dan pembinaan, desa binaan, serta mengubah paradigma masyarakat tentang apoteker dari penjual obat ke pemberi pelayanan kefarmasian, dan lain-lain. 

SA KAJIAN, STRATEGI DAN ADVOKASI 
Posisi ini dipegang oleh Walit Ukhri Mukrinin dari Universitas Muslim Indonesia yang memiliki peran dan fungsi dalam mengkaji berbagai isu-isu kesehatan pada umumnya dan farmasi pada khususnya melalui forum aspirasi, serta melakukan pengawalan terhadap kebijakan pemerintah, dan lain-lain. 

SA KADERISASI 
Posisi ini dipegang oleh Darmawan Said dari Universitas Hasanuddin yang memiliki peran dan fungsi dalam pembentukan karakter kader-kader ISMAFARSI baik melalui kegiatan formal seperti Latihan Kepemimpinan I, Latihan Kepemimpinan II, maupun kegiatan non formal melalui pendekatan secara personal maupun kelompok, dan lain-lain. 

SA INTERNAL 
Posisi ini dipegang oleh Sony Ruben dari Universitas Halu Oleo yang memiliki peran dan fungsi dalam membenahi kondisi internal organisasi mulai dari tingkat pusat hingga komisariat/LEM, membangkitkan semangat LEM untuk lebih aktif di ISMAFARSI, membuat sejarah berdirinya wilayah dan bergabungnya LEM ke ISMAFARSI, dan lain-lain. 

SA EKSTERNAL 
Posisi ini dipegang oleh Abdurrachman Achmad dari UIN Alauddin Makassar yang memiliki peran dan fungsi dalam menjalin komunikasi dan kerjasama dengan stake holder (IAI, APTFI, dll), serta IOMS kesehatan maupun lembaga/organisasi lain dalam bentuk kegiatan maupun yang lainnya yang dapat member manfaat positif. 

SA JARKOMINDAT 
Posisi ini dipegang oleh Melia Kurniawati dari Universitas Tadulako yang memiliki peran dan fungsi dalam mempublikasikan setiap kegiatan yang dilakukan oleh organisasi, memberi informasi ter-update tentang organisasi, isu kesehatan dan lain-lain. 

SA PENDIDIKAN PROFESI 
Posisi ini dipegang oleh Misban Kolengsusu dari Universitas Islam Makassar yang memiliki peran dan fungsi dalam pembinaan dan pengembangan kader-kader farmasis yang berorientasi di bidang pendidikan (ilmu kefarmasian) melalui berbagai kegiatan positif.
Read more...

Profil ISMAFARSI WILAYAH INDTIM

1 komentar

     Untuk mempermudah koordinasi ISMAFARSI dengan tiap-tiap komisariat/LEM yang berada di berbagai daerah di Indonesia. Maka ISMAFARSI dibagi menjadi 8 wilayah. Masing-masing wilayah dipimpin oleh seorang Koordinator Wilayah (Korwil) yang bertugas membantu kerja Sekretaris Jendral (Sekjen) ISMAFARSI. Wilayah Indonesia Timur disingkat “INDTIM” merupakan salah satu dari 8 Wilayah ISMAFARSI. Dilihat dari luas wilayah, ISMAFARSI Wilayah INDTIM memiliki cakupan daerah yang paling luas dibandingkan dengan 7 wilayah lainnya, diantaranya pulau Sulawesi, Papua, NTT, NTB dan sekitarnya. 
     Masuknya ISMAFARSI di Wilayah INDTIM berawal dari kerjasama antara Pengurus ISMAFARSI pada masanya dan Universitas Hasanuddin untuk melakukan sosialisasi terkait ISMAFARSI ke Universitas-universitas yang memiliki program S1 Farmasi. Maka bergabunglah beberapa Universitas/Komisariat Negri maupun swasta ke dalam ISMAFARSI.
     Hingga saat ini anggota penuh ISMAFARSI Wilayah Indonesia Timur berjumlah 11 Komisariat, dan 3 anggota peninjau,

Anggota Penuh : 
1.   Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar 
2.   Universitas Pancasakti, Makassar 
3.   Universitas Indonesia Timur (UIT), Makassar 
4.   Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar 
5.   Universitas Islam Makassar (UIM), Makassar 
6.   Universitas Katolik Indonesia (UKI) Tumohon, Manado 
7.   STIFAR Kebangsaan, Makassar 
8.   Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin, Makassar 
9.   Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Manado 
10. Universitas Tadulako (UNTAD), Pali 
11. Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari 
Anggota Peninjau
1. STIFAR Pelita Mas, Palu 
2. STIKES Mega Rezki, Makassar 
3. Universitas Cendrawasih, Papua 

     Proses Pemilihan Korwil INDTIM pada tahun 2002 – 2009 dilakukan melalui Forum Ketua LEM dengan cara Musyawarah Mufakat. Barulah pada tahun 2010 di akhir masa jabatan Rendi, untuk pertama kalinya diadakan Musyawarah Wilayah I yang disingkat “MUSWIL I”. 

     Berikut nama-nama Korwil ISMAFARSI INDTIM yang pernah dan sedang menjabat :

NoPeriode           Nama                                   Komisariat         Forum             Tuan Rumah 
1.     2002-2004      Baso                                        UNHAS                - 
2.     2004-2006      Irman Idrus                                 UIT                     - 
3.     2006-2007*    Redho                                        UIM                    - 
4.     2007-2008*    Muh. Ikhlas Arsul                        UINAM                - 
5.     2008-2009*    Ahmad                                        UIT                    - 
6.     2009-2010*    Rendi                                          UIT                    - 
7.     2010-2012      Irmin                                           UIT              MUSWIL I               UIT 
8.     2010-2014      Muhammad Basri Iskandar         UMI               MUSWIL II              UIM 
9.     2014-2016      Muhammad Ashar Tahir              UINAM          MUSWIL III             UMI 
*Pada tahun 2006-2010 terdapat beberapa permasalahan sehingga terjadi pergantian Korwil 
- Musyawarah Mufakat
Read more...

Minggu, 01 Maret 2015

Media Publikasi ISMAFARSI INDTIM

0 komentar
ISMAFARSI Wilayah Indonesia Timur, atau lebih simpel disebut ISMAFARSI INDTIM, merupakan salah satu wilayah dari 8 wilayah ISMAFARSI yang tersebar di berbagai sudut Indonesia.

ISMAFARSI INDTIM memiliki blog yang menjadi pusat informasi terkait ISMAFARSI INDTIM khususnya, dan kegiatan-kegiatan ISMAFARSI maupun isu-isu kefarmasian, yang beralamat di :
ismafarsiindtim.blogspot.com

ISMAFARSI INDTIM juga memiliki media pendukung lainnya demi memaksimalkan informasi, yaitu :
Group facebook : facebook.com/groups/211132342315314/  ISMAFARSI WILAYAH INDTIM
Akun facebook  : facebook.com/profile.php?id=100006267858179 Ismafarsi Wilayah Indtim
Twitter               : twitter.com/IsmafarsIndtim Ismafarsi Indtim

Teman-teman farmasis yang ingin tahu lebih banyak tentang ISMAFARSI dan ISMAFARSI INDTIM bisa akses berbagai media sosial di atas. Bisa juga langsung menghubungi admin melalui media-media tersebut. Jangan segan-segan ya kakak adminnya baik-baik kok ^_^
Read more...

Media Publikasi ISMAFARSI

0 komentar
Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia atau disingkat ISMAFARSI, adalah organisasi mahasiswa yang terdiri dari lembaga-lembaga kemahasiswaan dari institusi farmasi S1 di Indonesia dan merupakan organisasi intra universitas. ISMAFARSI merupakan wadah yang diharap mampu menyatukan opini dan ajang silaturahmi mahasiswa farmasi. Semenjak pertama kali dibentuk pada tahun 1955, kini ISMAFARSI beranggotakan 60 institusi farmasi di seluruh nusantara. 

ISMAFARSI memiliki website resmi yang merupakan pusat informasi mengenai berbagai hal terkait ISMAFARSI maupun isu-isu kefarmasian yang beralamatkan di ismafarsi.org

Selain website,  ISMAFARSI juga memiliki media pendukung, diantaranya :
Group facebook           : facebook.com/groups/ismafarsi.news/ ISMAFARSI-NEWS
Fanpage facebook       : facebook.com/ismafarsi?fref=nf  ISMAFARSI
Twitter                         : twitter.com/ISMAFARSI ISMAFARSI

Jadi teman-teman farmasis, jangan lupa untuk mengakses website ISMAFARSI, gabung, like maupun mem-follow media sosial ISMAFARSI. Ikuti terus informasi terkini terkait kegiatan ISMAFARSI  maupun isu-isu kefarmasian.

eits... ISMAFARSI Wilayah Indonesia Timur juga punya berbagai media sosial loh, 
untuk tahu informasi seputar ISMAFARSI Wilayah Indonesia Timur klik di sini  ya :)
Read more...

Lambang ISMAFARSI

0 komentar

Lambang di atas merupakan lambang ISMAFARSI yang telah sesuai AD dan ART ISMAFARSI. Baik dari segi bentuk, komponen lambang, warna, dan kerampingan.

Adapun arti dari komponen lambang ISMAFARSI adalah sebagai berikut :

Gelas dan ular melambangkan nilai- nilai kefarmasian yang berorientasi pada penemuan senyawa obat baru. 
Lambang ular digunakan karena ular memiliki bisa yang dapat menjadi racun ataupun obat, dan gelas menunjukkan bahwa efek tersebut tergantung dosisnya. 
Buku menjadi dasar kaki gelas menunjukkan bahwa farmasi berlandaskan nilai-nilai pendidikan, begitu pula kehidupan farmasi dan organisasi ini. Posisi buku yang terbuka menunjukkan bahwa para anggotanya harus terus belajar dan menimba ilmu demi kekokohan farmasi dan organisasi ini. 
IKATAN SENAT memiliki makna bahwa organisasi ini merangkul seluruh civitas akademika di bidang farmasi yang tercantum tertulis pada lambang cawan, gelas, dan baju. 
ISMAFARSI INDONESIA bermakna bahwa seluruh kegiatan dari makna-makna sebelumnya disatukan dalam satu wadah organisasi, yaitu ISMAFARSI. 
Lambang ini didominasi warna hijau karena organisasi ini adalah organisasi yang ramah, tenang dan tidak ada pertikaian atau pun anarkisme. 
Warna putih pada setiap tulisannya melambangkan kesucian jiwa dan raga para farmasis, mereka bergerak dan bekerja atas dasar ketulusan hati, tanpa adanya niat buruk dalam benak. 
Dua garis yang melingkari keseluruhan poin-poin sebelumnya, melambangkan perlindungan dari dalam yaitu dari anggota-anggota ISMAFARSI dan dari luar yaitu dari IAI. Garis tersebut tidak memiliki sudut karena organisasi ini tidak membedakan golongan-golongan yang ada. 

Read more...

Minggu, 22 Februari 2015

Sejarah ISMAFARSI

0 komentar
     ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia) merupakan organisasi independen yang terdiri dari institusi farmasi di seluruh Indonesia. Beranggotakan Lembaga Mahasiswa Farmasi Strata 1 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, yang ditetapkan dalam MUNAS. Memiliki tujuan luhur untuk mewujudkan lembaga eksekutif mahasiswa secara khususnya dan mahasiswa farmasi pada umumnya yang bertanggung jawab, sadar dan mampu dalam menjunjung tinggi norma dan etika profesi farmasi. ISMAFARSI pada awalnya bernama MAFARSI (Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia), resmi terbentuk pada tanggal 22 Desember 1955 di Kaliurang-Yogyakarta. Dicetus oleh mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang pada saat itu memiliki permasalahan yang serupa atas Program Studi Farmasi di Institusi masing-masing. 
     Farmasi UGM pada tahun 50-an merupakan bagian dari Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi sedangkan Farmasi ITB yang terbagi atas jurusan riset dan jurusan apoteker, merupakan bagian dari Fakultas Teknik. Pembagian yang berbeda itulah yang kemudian menimbulkan berbagai masalah. Dengan dilandasi oleh kesadaran bahwa mahasiswa farmasi Indonesia perlu menjalin komunikasi untuk memecahkan permasalahan yang ada, maka mahasiswa/i Farmasi UGM dan ITB sepakat untuk mendirikan MAFARSI yang saat itu merupakan organisasi mahasiswa intra universitas profesional pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia. Purnomo Singgih (UGM) dan Midian Sirait (ITB) terpilih sebagai ketua, sedangkan tokoh-tokoh mahasiswa lainnya yang ikut terlibat diantaranya adalah Marisi P,Sihombing, Sunarto Prawirosujanto, Djasman, Sulastomo, Sardjoko dan lain-lain. Pada awal berdirinya, MAFARSI lebih terfocus dalam bidang kemahasiswaan dan pendidikan. Adapun pergerakan yang dilakukan berkisar pada perjuangan untuk menyempurnakan kurikulum disamping kegiatan rutin kemahasiswaan seperti diskusi, symposium, pengadaan diktat, dll. Hingga akhirnya MAFARSI dipercaya untuk terlibat dalam penyusunan UU Pokok Kesehatan dan UU Pokok Farmasi. Atas perjuangan MAFARSI, maka para pimpinan perguruan tinggi farmasi UGM dan ITB mengadakan pertemuan untuk mengambil langkah penyesuaian terhadap kurikulum masing-masing. Konsep Bachaloreat yang mendahulukan jenjang Apoteker baru kemudian jenjang sarjana, diubah menjadi sebaliknya. Sementara kedudukan mahasiswa di Ikatan Apoteker Indonesia diperjelas dengan system perwakilan dari MAFARSI. Tahun 1970, MAFARSI kembali mengadakan kongres dan memilih Ilham Indradjaja sebagai Sekjen dan keanggotaan MAFARSI merupakan Lembaga Eksekutif Mahasiswa di tiap Institut Farmasi, tidak lagi bersifat personal. 
     Pada tanggal 10 -19 Oktober di Bukit Tinggi tercatat peristiwa penting Organisasi MAFARSI yang berganti nama menjadi ISMAFARSI. Hal tersebut karena adanya kebijaksanaan pemerintah tentang penataan kembali kehidupan kampus, yaitu melalui Instruksi Dirjen Dikti Nomor : 002 / Int / Dj / 1978, SK Mendikbud Nomor : 0230 / J / 1979, dan Peraturan Pemerintah Nomor : 5 tahun 1980. Dalam kongres terakhir MAFARSI atau Munas I ISMAFARSI, terpilihlah Tjeptjep Syaifulrahman sebagai Sekjen pertama ISMAFARSI. Selanjutnya dalam Munas II terpilih Pandaan Suharno sebagai Sekjen yang karena tidak dapat aktif diganti oleh Muhammad Yamin hingga berlangsungnya Munas III terpilih Paul Tetoprastawa (UGM) sebagai Sekjen. Banyak perubahan – perubahan yang dilakukan pada MUNAS III ISMAFARSI tersebut, diantaranya adalah pembentukan koordinator wilayah yang dibagi menjadi empat Korwil. Kemudian pada tahun 1990 di Jakarta terpilih Noverman, UNAND sebagai Sekjen pada MUNAS IV. MUNAS V di Surabaya pada tahun 1992 memilih Hudi Kurniawan, UNAIR sebagai Sekjen. Pada Munas VI yang diadakan di Padang terpilih Ismael, UNAND sebagai Sekjen. Pada tanggal 25 – 28 Mei 1998 Munas diselenggarakan di Ujung Pandang. Pada Munas VII ini R.Tatang Purnawan, Unair terpilih sebagai Sekjen. Sejarah ISMAFARSI pun mencatat MUNAS Luar Biasa (MUNASLUB) I ISMAFARSI pada September 1998 di Yogyakarta dimana wakil Sekjen Ismiyati mengundurkan diri dan digantikan oleh Ahmad Subagiyo, UI. Pada masa ini, Sidang Pleno Rakernas IV yang berlangsung di Yogyakarta pada bulan November 1998 merekomendasikan Dies Natalis ISMAFARSI untuk diadakan bersamaan pada setiap kegiatan PIMFI yang diawali pada PIMFI 1999 di Surabaya, serta pembentukan Koordinator wilayah untuk meningkatkan efisiensi kinerja organisasi dan mutu Sumber Daya Manusia ISMAFARSI di masa mendatang. 
     Pada kegiatan pekan ilmiah mahasiswa farmasi 1999 di Surabaya, pada September 1999 diselenggarakan pula MUNASLUB II ISMAFARSI yang menetapkan dan mengesahkan Keanggotaan dari SMF Farmasi Univesitas Setia Budi Surakarta dan SMF Farmasi Universitas Ahmad Dahlan . Selanjutnya pada Pekan Ilmiah Nasional (PIN) VII dan Musyawarah Nasional (Munas) VIII di UI, Depok tanggal 24 – 29 September 2000 terpilih sebagai sekjen ISMAFARSI adalah Rahmat Saleh, Universitas Pancasila. Pada PIN VIII dan MUNAS ISMAFARSI VIII ini menetapkan dan mengesahkan keanggotaan dari universitas Jenderal Ahmad Yani, Universitas Sanata Darma Yogyakarta, serta Universitas Prof. Hamka . Dan kembalinya UGM dalam ISMAFARSI. setelah sekian waktu tidak dapat mengikuti kegiatan ISMAFARSI. Selanjutnya pada program kerja periode ini , antara lain: Rakernas V ISMAFARSI di UNAIR bulan Maret 2001, PIMFI ISMAFARSI di UGM bulan September 2001 dan PraMunas IX dan Temu Mahasiswa Farmasi di UNPAD pada Februari 2002. selanjutnya Munas IX tanggal 8 – 13 September 2002 di Universitas Andalas – Padang. Munas IX di Padang memilih saudara Zainul Islam, dari ISTN sebagai Sekjen dan menyusun agenda kerja yaitu ; Rakernas di ISTN - Jakarta, PIMFI di UNAIR – Surabaya, Pramunas di UII – Jogjakarta, serta MUNAS X di UNHAS – Makasar. Dalam sejarah ISMAFARSI tercatat beberapa kali diselenggarakan Munaslub. Munaslub I – September 2001 di Jogjakarta, dimana pertama kali konstitusi ISMAFARSI yang telah diamandemenkan dan dihasilkan pada saat PIN VII dan Munas VIII tidak dapat terselsaikan, sehingga ISMAFARSI periode 2000 – 2002 ini harus kembali pada konstitusi lama sebagai landasan hukumnya dan juga sebagai pedoman kerja periode ini. Hal ini secara terpaksa disepakati oleh seluruh peserta PIMFI saat itu. karena tidak mungkin organisasi berjalan tampa landasan hukum yang jelas dan benar. Pada akhirnya digunakan konstitusi periode 1998 – 2000 sebagai arah dan pedoman kerja ISMAFARSI dan Munaslub 1 ini juga menetapkan dan mengesahkan keanggotaan Sekolah Tinggi farmasi Bandung. Sebagai perwujudan pengembangan jalinan kerjasama yang lebih luas, Ismafarsi-pun mulai menjalin hubungan kerjasama dengan Organisasi regional –Internasional. ISMAFARSI mulai menjalin hubungan kerjasama dengan Internasional Pharmaceutical Student Federation (IPSF). Pada Munas X di Universitas Hasanudin Makassar terpilih saudara  Eko Hermanto sebagai Sekjen ISMAFARSI untuk periode 2004 -2006. Agenda 2 tahun kedepan juga dihasilkan pada Munas ini, Rakerns diadakan di Universitas Pakuan Bogor, Pimfi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta , Pramunas di Universitas Ahmad Yani Bandung, dan Munas ke XI di Universitas Muhammadiah Surakarta. Dalam kepenurusan Eko terdapat beberapa agenda yang besar salah satunya adanya aksi masa secara nasional menyangkut kebijakan pemerintah dalam hal pelantikan Ketua Badan POM, yang dinilai cacat hukum. Hasil dari aksi ini, Ismafarsi diundang oleh komisi II DPR untuk berdiskusi terkait masalah tersebut. Pada Munas XI terpilih sebagai sekjend yaitu Yani Novi Rinjayaningsih. Pad periode ini ISMAFARSI kembali di angkat menjadi Full member dari Internasional Pharmaceutical Student Federation (IPSF), hal ini menjadi langkah awal bagi ISMAFARSI untuk kembali menunjukkan gaungnya di kancah Internasional. 
     Pada 18 Juli 2008 kembali diadakan MUNAS ISMAFARSI XII dan berhasil memilih Joko Rinanto dari Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA sebagai sekretasis jendral ISMAFARSI untuk periode 2008-2010. Kemudian pada periode 2010-2012 sekjen terpilih adalah Redho Meisudi dari Universitas Indonesia, hasil dari Munas XIII Juli 2010 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Pada Munas XIV 06-13 Juli 2012 sekjen terpilih adalah Jefri Efranda dari Universitas Andalas, Padang. Hingga Munas XV yang diadakan di Universitas Isalam Indonesia Kaliurang, Jogjakarta 21-28 Juni 2014 Sekjen terpilih adalah Ridho Muhammad Sakti dari Universitas Indonesia. 

Read more...